Komponen utama email prospek yang tidak boleh terlewatkan

Mendapatkan tanggapan atas pesan prospek penjualan Anda lebih sulit dari sebelumnya: menurut penelitian terbaru, tingkat tanggapan rata-rata untuk surat dingin ini hanya 8,5%.
1 komponen

Mendapatkan tanggapan atas pesan prospek penjualan Anda lebih sulit dari sebelumnya: menurut penelitian terbaru, tingkat tanggapan rata-rata terhadap surat dingin ini hanya 8,5%. Kabar baiknya adalah 8 dari 10 pembeli masih lebih suka dihubungi melalui email.

Namun, untuk berhasil dalam lingkungan penjualan yang kompetitif saat ini, Anda perlu melakukan pendekatan yang lebih bertarget dan memastikan Anda menjangkau pembeli yang tepat, dengan pesan yang tepat, pada waktu yang tepat.

Pada artikel ini, kita akan membahas 5 komponen utama dari email prospek yang efektif

Apa yang dimaksud dengan email prospek penjualan?

Pesan prospek digunakan untuk memulai percakapan dengan calon pelanggan. Hal ini dianggap sebagai kontak dingin karena perwakilan penjualan tidak mengenal penerimanya. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan diri Anda dan perusahaan Anda, membangkitkan minat dan pengetahuan tentang produk Anda dan, idealnya, mengamankan pertemuan untuk mendiskusikan kebutuhan prospek.

Personalisasi, waktu, dan relevansi dengan penerima dapat membuat perbedaan antara mendapatkan tanggapan atau berakhir di folder spam. Sebagai contoh, pesan yang dikirim antara pukul 1 dan 4 sore pada hari kerja menerima tanggapan paling banyak, sedangkan pesan yang dikirim pada hari Jumat dan akhir pekan cenderung menerima tanggapan paling sedikit.

Jika Anda ingin menulis pesan penjualan yang efektif, Anda harus berusaha keras. Sering kali, hal ini berarti meluangkan waktu untuk menyertakan informasi unik tentang prospek Anda dan menentukan waktu yang optimal untuk audiens Anda.

5 komponen utama dari email prospek penjualan yang efektif

Pastikan pesan prospek Anda berisi elemen-elemen berikut:

1. Subjek yang menarik

Baris subjek sangat penting untuk menarik perhatian calon pelanggan. Studi menunjukkan bahwa 33% orang membuka pesan berdasarkan baris subjek saja. Dan, menurut Yes Lifecycle Marketing, email dengan baris subjek yang dipersonalisasi mendapatkan 50% tingkat keterbukaan yang lebih tinggi.

Teknik lain yang telah terbukti meningkatkan open rate termasuk menambahkan pertanyaan, emoji atau angka ke baris subjek Anda. Emoji akan tergantung pada apakah Anda menargetkan konsumen akhir (B2C) atau menargetkan bisnis (B2B): akan lebih tepat jika Anda menargetkan yang pertama.

2. Fokus pada nilai

Jika tidak ada satu pun dari pesan Anda yang membahas minat calon pelanggan Anda, bisa dipastikan Anda tidak akan memotivasinya. Dimulai dengan kalimat pertama, soroti keuntungan dan nilai yang bisa mereka dapatkan dari produk Anda. Pastikan untuk menekankan bagaimana produk Anda dapat memecahkan masalah spesifik mereka atau memperbaiki situasi mereka.

Untuk melakukan hal ini dengan sukses, Anda perlu meluangkan waktu untuk meneliti klien potensial secara menyeluruh untuk mempelajari ruang lingkup kinerja mereka, kelemahan dan kebutuhan spesifik mereka. Sedikit riset dapat menghemat banyak hal.

3. Pesan singkat

Faktor lain yang perlu diingat saat membuat email dingin adalah Anda mengirimkan sesuatu yang tidak diminta oleh penerima, yang berarti jika mereka memutuskan untuk membukanya, Anda harus segera menyampaikan maksud Anda dengan cepat.

Jika pesan terlalu panjang, prospek tidak akan membacanya. Meskipun tidak ada aturan baku mengenai panjang email prospek penjualan, namun secara umum, semakin pendek semakin baik. Usahakan agar pesan prospek Anda tidak lebih dari 200 kata (tapi sekali lagi, lebih sedikit lebih baik).

4. Personalisasi dan relevansi

Seperti disebutkan di atas, personalisasi sangat penting ketika mengharapkan email prospek penjualan mendapatkan hasil. Ini adalah taktik yang efektif untuk membuat prospek Anda merasa dihargai, dan rata-rata dapat meningkatkan tingkat tanggapan Anda sebesar 17%. Agar benar-benar menonjol di kotak masuk prospek, Anda harus membuat setiap email terdengar seperti dibuat khusus untuk mereka dan mereka sendiri.

Pastikan Anda menyesuaikan pesan Anda dengan penerima yang spesifik dan tunjukkan bahwa Anda memahami kebutuhan dan tantangan mereka. Menyertakan nama, jabatan, dan nama perusahaan mereka adalah langkah awal yang baik, namun Anda bisa menyapa mereka secara lebih langsung dengan mengucapkan selamat atas pendanaan terbaru atau posisi baru, atau memuji mereka atas artikel terbaru atau postingan LinkedIn yang menarik. Ingatlah bahwa Anda telah mempelajarinya sebelumnya.

Kiat profesional: Siapkan peringatan untuk mengikuti prospek potensial dan menerima notifikasi email saat perusahaan mengumpulkan uang, menjadi berita utama, atau mempekerjakan manajemen baru.

5. Sertakan ajakan untuk bertindak

Anda tidak boleh mengirim pesan email "hanya memeriksa" yang tidak memberikan nilai kepada prospek Anda: semua pesan email harus membantu mendorong proses penjualan. Pertimbangkan untuk menyertakan CTA (Call To Action) "berbasis minat" dalam pengiriman email Anda berikutnya yang disesuaikan dengan minat atau preferensi spesifik penerima, daripada CTA umum seperti "beli sekarang".

Singkatnya: Sedapat mungkin, jangan tanyakan kepada calon pelanggan Anda apa yang mereka pikirkan atau apakah mereka ingin mengatur pertemuan; sebagai gantinya, gunakan CTA berbasis minat.

Bagikan:

Artikel lainnya

Kirimkan pesan kepada kami

Eksplorasi konten lain dari MasterBase®

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca