Mengidentifikasi data yang paling penting

Kita semua pernah mendengar promosi penjualan dan slogan-slogan yang menarik seperti "Data adalah raja", "Big data", "Manfaatkan data Anda", dan lainnya.
data

Kita semua pernah mendengar promosi penjualan dan slogan-slogan yang menarik seperti "Data adalah raja", "Big data", "Manfaatkan data Anda", dan lainnya.

Kita tahu bahwa informasi pelanggan sangat penting dan kritis bagi kesuksesan kita. Namun faktanya, dengan banyaknya data yang membanjiri, kami tidak selalu tahu apa yang harus dilakukan, dari mana harus memulai, dan bagaimana cara mendekatinya.

Saatnya untuk melihat lebih dari sekadar spreadsheet, bagan, dan grafik, dan fokus pada apa yang diwakili oleh informasi tersebut: perilaku audiens Anda. Hal yang mereka sukai, tidak sukai, dan aktivitas mereka. Dan ketika Anda memanusiakan data dan melihatnya melalui lensa tersebut, akan lebih mudah untuk mengidentifikasi apa yang benar-benar penting bagi organisasi Anda.

62% pemasar melaporkan bahwa mereka sering merasa "kewalahan" dengan volume informasi yang mereka miliki.

Dalam dunia pemasaran email, kita cenderung terobsesi dengan pembukaan dan klik. Dan memang benar, keduanya adalah indikator paling langsung dari apakah kampanye email berhasil atau tidak. Namun, coba kita lihat lebih jauh lagi dan lihatlah tujuan akhir dari kampanye tersebut.

Hanya 12% pemasar yang dapat mengatakan bahwa strategi pemasaran email mereka sepenuhnya terintegrasi dengan sistem informasi lainnya.

Misalnya, di antara mereka yang membuka pesan Anda, berapa persen yang memanfaatkan penjualan atau mengunduh panduan yang Anda tawarkan?

Dan dari orang-orang yang mengunduh panduan ini, berapa banyak yang mendaftar ke layanan Anda?

Anda bisa belajar lebih banyak tentang audiens Anda (dan pemasaran Anda) ketika Anda bisa menggaruk permukaannya. Dengan cara ini, Anda bisa menghubungkan upaya Anda dengan hasil bisnis yang sebenarnya dan memahami bagaimana strategi pemasaran email Anda berkontribusi pada kesuksesan organisasi.

Tetapi Anda tidak dapat melakukan ini jika pemasaran dan data Anda terpisah-pisah. Ketika data Anda terintegrasi (pikirkan pemasaran email + CRM, pemasaran email + Google Analytics, atau pemasaran email + sistem e-niaga Anda), Anda akan mendapatkan pandangan yang lebih lengkap tentang aktivitas pelanggan, dan tantangan pemasaran Anda akan lebih mudah dipecahkan dari waktu ke waktu.

Setelah Anda mengidentifikasi metrik yang penting dan menetapkan cara untuk melacaknya, sekarang saatnya untuk memulai pengujian.

Apa yang bisa Anda coba? Baris subjek adalah tempat terbaik untuk memulai. Menulis baris subjek yang bagus adalah salah satu tugas tersulit dalam pemasaran email. Lagipula, tidak ada yang lebih membuat frustasi daripada membuat kampanye email yang menurut Anda adalah pemenang dan kemudian melihatnya tersesat karena baris subjek yang buruk yang tidak memotivasi siapa pun untuk membuka pesan. Jadi, ujilah berbagai baris subjek yang berbeda dengan sebagian kecil audiens Anda dan kirimkan yang terbaik ke seluruh daftar Anda.

Anda dapat menguji dengan modifikasi kecil pada berbagai elemen bagian komunikasi Anda, dari waktu pengiriman hingga ajakan bertindak. Yang penting adalah Anda hanya menguji satu hal dalam satu waktu, sehingga Anda bisa yakin 100% variabel mana yang memengaruhi hasil.

Ketika Anda menguji dan membiarkan data memimpin, apa yang Anda lakukan adalah mendengarkan audiens Anda. Setiap pengiriman email menjadi peluang untuk mempelajari lebih lanjut tentang mereka, yang sangat penting ketika Anda ingin bergerak cepat dan memaksimalkan hasil.

TIPS CEPAT:

1. Lihatlah lebih dari sekadar tingkat keterbukaan dan klik-tayang dan fokuslah pada tujuan akhir kampanye email Anda.

2. Integrasikan sistem pemasaran Anda untuk mendapatkan profil lengkap setiap pelanggan.

3. Menerapkan strategi

Bagikan:

Artikel lainnya

Kirimkan pesan kepada kami

Eksplorasi konten lain dari MasterBase®

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca